Em Ai Pi...

Jumat, 28 Februari 2014

PPAN,JPI, dan KPN untuk Kota Pontianak

PERTUKARAN PEMUDA ANTAR NEGARA (PPAN) TAHUN 2014 :
  1. Pertkaran Pemuda Indonesia – Malaysia (PPIM), 1 orang Putra;
  2. Pertukaran Pemuda Indonesia – Australia (PPIA), 1 orang Putra
  3. Pertukaran Pemuda Indonesia – Kanada (PPIK), 1 orang Putra
  4. Pertukaran Pemuda Indonesia – Korea Selatan (PPIKOR), 1 orang Putri
  5. Ship For South East Asia Youth Program (SSEAYP), 1 orang Putri.
PERSYARATAN :
  1. Warga Negara Indonesia (Photo Copy KTP);
  2. Memiliki akses yang kuat dalam bidang Pemberdayaan Pemuda;
  3. Terhitung mulai pelaksanaan program telah berusia :
    • Pertkaran Pemuda Indonesia – Malaysia (PPIM), Usia 23 s/d 27 tahun;
    • Pertukaran Pemuda Indonesia – Australia (PPIA), Usia 21 s/d 25 tahun;
    • Pertukaran Pemuda Indonesia – Kanada (PPIK), Usia 20 s/d 24 tahun;
    • Pertukaran Pemuda Indonesia – Korea Selatan (PPIKOR), Usia 18 s/d 24 tahun;
    • Ship For South East Asia Youth Program (SSEAYP), Usia 18 s/d 24 tahun.
  4. d. Sehat jasmani, tidak merokok, bebas narkoba dibuktikan dengan Surat Keterangan Dokter;
  5. e. Minimal Lulusan SLTA (Foto copy ijasah terakhir);
  6. f. Belum Menikah
  7. g. Aktif dan berminat dalam bidang pemberdayaan masyarakat (community empowerment);
  8. h. Belum pernah mengikuti Program Pertukaran Pemuda Antar Negara yang diselenggarakan oleh Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga RI;
  9. i. Belum pernah terlibat dalam tindakan criminal dan dijatuhi hukuman berdasarkan keputusan pengadilan (dibuktikan dengan SKCK)
  10. j. Mampu berkomunikasi dalam berbahasa inggris baik lisan maupun tulisan dengan skor kompetensi minimum memenuhi salah satu system tes sebagai mana berikut :
NO SISTEM TES SKOR MINIMUM
  1. Test Of English for Internasional Communication (TOEIC) = 600
  2. Test Of English as Foreign Language (TOEFL) = 500
  3. Internasional English Language Testing System (IELTS) = 6
  4. Cambridge Exam = Preliminary English Test (PET)

JAMBORE PEMUDA INDONESIA (JP), BHAKTI PEMUDA ANTAR PROPINSI TAHUN 2014 :
dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober s/d 2 November 2014 di D.I Yogyakarta, yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Bhakti Pemuda Antar Provinsi (BPAP) selama 25 (dua puluh lima) hari di Provinsi Sulawesi Utara, Lampung dan Nangroe Aceh Darussalam. Peserta JPI untuk utusan Kota Pontianak sebanyak 2 (dua) orang (1 orang Putra dan 1 orang Putri.
 

PERSYARATAN :
  1. Warga Negara Indonesia (WNI);
  2. Usia 18 s/d 22 tahun (photo copy KTP);
  3. Peserta terdiri dari semua golongan, etnis dan agama;
  4. Menguasai salah satu keterampilan kemandirian dan seni budaya;
  5. Penyataan Tertulis/Izin dari Orang Tua diatas materai Rp. 6000;
  6. Surat Izin tertulis dari Sekolah atau Perguruan Tinggi;
  7. Surat Pernyataan untuk mematuhi peraturan dan tata tertib.

KAPAL PEMUDA NUSANTARA (KPN) TAHUN 2014 :
akan dilaksanakan apa tanggal 1 s/d 30 Juni 2014 (Jakarta-Raja Ampat, Papua Barat). Untuk peserta yang akan dikirim ke seleksi tingkat provinsi sebanyak 4 (empat) orang.
PERSYARATAN :

  1. Warga Negara Indonesia (WNI);
  2. Usia 18 s/d 22 tahun (photo copy KTP);
  3. Tinggi dan berat badan minimal : Putri 155 cm dan 45 kg, Putra 160 dan 50 kg;
  4. Bisa berenang;
  5. Anggota/Pengurus Aktif Organisasi Kepemudaan dan Pramuka;
  6. Menguasai Seni dan Budaya Daerah masing-masing.
Untuk info lebih jelas datang ke Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Pontianak, Jl. Zainuddin Gedung Sekretariat Terpadu Lantai III.

Source: FB Dispora Kota

Kamis, 30 Januari 2014

Aplikasi Gratis untuk Kreasi Pemuda Pontianak 7-9 Februari 2014


MIP Media Present......


Dalam rangka mempersiapkan kaderisasi di masing-masing program, kami dari alumni sejumlah program kemenpora bekerjasama dengan MIP Media akan Merealist Sebuah aplikasi yang memiliki 4 Program kemenpora yaitu:
1. Panduan Seleksi Pemuda Pelopor.
2. Panduan Seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara.
3. Panduan Seleksi Bakti Pemuda Antar Provinsi.
4. Panduan Program Kesukarelawanan.

Aplikasi ini di design dengan aplikatif dan sangat informatif, sehingga memudah kan peserta seleksi dalam memahami berbagai persyaratan program kemenpora tersebut.....
Silahkan Datang di Stan MIP Community untuk mendapatkan aplikasi ini....
Pekan Kreasi Pemuda
7-9 Februari 2014
jam 9-21.00

Rabu, 25 Januari 2012

Multiple Intelligence

Oleh: Charlotte Priatna, SPd

Tidak ada anak bodoh, temukan kecerdasannya!

Apakah Kecerdasan Itu?
  • Kecerdasan bukanlah sesuatu yang bersifat tetap
  • Ia bagaikan kumpulan kemampuan atau ketrampilan yang dapat ditumbuhkan dan dikembangkan
  • Kecerdasan adalah kemampuan untuk memecahkan suatu masalah; kemampuan untuk menciptakan masalah baru untuk dipecahkan; kemampuan untuk menciptakan sesuatu atau menawarkan suatu pelayanan yang berharga dalam suatu kebudayaan masyarakat (Howard Gardner)

Tidak ada anak yang bodoh atau pintar, yang ada adalah anak yang menonjol dalam salah satu atau beberapa jenis kecerdasan.

Multiple Intelligences

Melalui pengenalan akan Multiple Intelligences, kita dapat mempelajari kekuatan / kelemahan anak dan memberikan mereka peluang untuk belajar melalui kelebihan-kelebihannya.

Tujuan: anak memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi dunia, bekerja dengan ketrampilan sendiri dan mengembangkan kemampuannya sendiri.

Kecerdasan Linguistik
  • Mampu membaca, mengerti apa yang dibaca.
  • Mampu mendengar dengan baik dan memberikan respons dalam suatu komunikasi verbal.
  • Mampu menirukan suara, mempelajari bahasa asing, mampu membaca karya orang lain.
  • Mampu menulis dan berbicara secara efektif.
  • Tertarik pada karya jurnalism, berdebat, pandai menyampaikan cerita atau melakukan perbaikan pada karya tulis.
  • Mampu belajar melalui pendengaran, bahan bacaan, tulisan dan melalui diskusi, ataupun debat.
  • Peka terhadap arti kata, urutan, ritme dan intonasi kata yang diucapkan.
  • Memiliki perbendaharaan kata yang luas, suka puisi, dan permainan kata.

Profesi: pustakawan, editor, penerjemah, jurnalis, tenaga bantuan hukum, pengacara, sekretaris, guru bahasa, orator, pembawa acara di radio / TV, dan sebagainya.

Kecerdasan Logika - Matematika
  • Mengenal dan mengerti konsep jumlah, waktu dan prinsip sebab-akibat.
  • Mampu mengamati objek dan mengerti fungsi dari objek tersebut.
  • Pandai dalam pemecahan masalah yang menuntut pemikiran logis.
  • Menikmati pekerjaan yang berhubungan dengan kalkulus, pemograman komputer, metode riset.
  • Berpikir secara matematis dengan mengumpulkan bukti-bukti, membuat hipotesis, merumuskan dan membangun argumentasi kuat.
  • Tertarik dengan karir di bidang teknologi, mesin, teknik, akuntansi, dan hukum.
  • Menggunakan simbol-simbol abstrak untuk menjelaskan konsep dan objek yang konkret.

Profesi: auditor, akuntan, ilmuwan, ahli statistik, analisis / programer komputer, ahli ekonomi, teknisi, guru IPA / Fisika, dan sebagainya.

Kecerdasan Intrapersonal
  • Mengenal emosi diri sendiri dan orang lain, serta mampu menyalurkan pikiran dan perasaan.
  • Termotivasi dalam mengejar tujuan hidup.
  • Mampu bekerja mandiri, mengembangkan kemampuan belajar yang berkelanjutan dan mau meningkatkan diri.
  • Mengembangkan konsep diri dengan baik.
  • Tertarik sebagai konselor, pelatih, filsuf, psikolog atau di jalur spiritual.
  • Tertarik pada arti hidup, tujuan hidup dan relevansinya dengan keadaaan saat ini.
  • Mampu menyelami / mengerti kerumitan dan kondisi manusia.

Profesi: ahli psikologi, ulama, ahli terapi, konselor, ahli teknologi, perencana program, pengusaha, dan sebagainya.

Kecerdasan Interpersonal
  • Memiliki interaksi yang baik dengan orang lain, pandai menjalin hubungan sosial.
  • Mampu merasakan perasaan, pikiran, tingkah laku, dan harapan orang lain.
  • Memiliki kemampuan untuk memahami orang lain dan berkomunikasi dengan efektif, baik secara verbal maupun non-verbal.
  • Mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan kelompok yang berbeda, mampu menerima umpan balik yang disampaikan orang lain, dan mampu bekerja sama dengan orang lain.
  • Mampu berempati dan mau mengerti orang lain.
  • Mau melihat sudut pandang orang lain.
  • Menciptakan dan mempertahankan sinergi.

Profesi: administrator, manager, kepala sekolah, pekerja bagian personalia / humas, penengah, ahli sosiologi, ahli antropologi, ahli psikologi, tenaga penjualan, direktur sosial, CEO, dan sebagainya.

Kecerdasan Musikal
  • Menyukai banyak jenis alat musik dan selalu tertarik untuk memainkan alat musik.
  • Mudah mengingat lirik lagu dan peka terhadap suara-suara.
  • Mengerti nuansa dan emosi yang terkandung dalam sebuah lagu.
  • Senang mengumpulkan lagu, baik CD, kaset, atau lirik lagu.
  • Mampu menciptakan komposisi musik.
  • Senang improvisasi dan bermain dengan suara.
  • Menyukai dan mampu bernyanyi.
  • Tertarik untuk terjun dan menekuni musik, baik sebagai penyanyi atau pemusik.
  • Mampu menganalisis / mengkritik suatu musik.

Profesi: DJ, musikus, pembuat instrumen, tukang stem piano, ahli terapi musik, penulis lagu, insinyur studio musik, dirigen orkestra, penyanyi, guru musik, penulis lirik lagu, dan sebagainya.

Kecerdasan Visual - Spasial
  • Senang mencoret-coret, menggambar, melukis dan membuat patung.
  • Senang belajar dengan grafik, peta, diagram, atau alat bantu visual lainnya.
  • Kaya akan khayalan, imaginasi dan kreatif.
  • Menyukai poster, gambar, film dan presentasi visual lainnya.
  • Pandai main puzzle, mazes dan tugas-lugas lain yang berkaitan dengan manipulasi.
  • Belajar dengan mengamati, melihat, mengenali wajah, objek, bentuk, dan warna.
  • Menggunakan bantuan gambar untuk membantu proses mengingat.

Profesi: insinyur, surveyor, arsitek, perencana kota, seniman grafis, desainer interior, fotografer, guru kesenian, pilot, pematung, dan sebagainya.

Kecerdasan Kinestetik - Jasmani
  • Merupakan kecerdasan yang berhubungan dengan kemampuan dalam menggunakan tubuh kita secara trampil untuk mengungkapkan ide, pemikiran, perasaan, dan mampu bekerja dengan baik dalam menangani objek.
  • Memiliki kontrol pada gerakan keseimbangan, ketangkasan, dan keanggunan dalam bergerak.
  • Menyukai pengalaman belajar yang nyata seperti field trip, role play, permainan yang menggunakan fisik.
  • Senang menari, olahraga dan mengerti hidup sehat.
  • Suka menyentuh, memegang atau bermain dengan apa yang sedang dipelajari.
  • Suka belajar dengan terlibat secara langsung, ingatannya kuat terhadap apa yang dialami atau dilihat.

Profesi: ahli terapi fisik, ahli bedah, penari, aktor, model, ahli mekanik / montir, tukang bangunan, pengrajin, penjahit, penata tari, atlet profesional, dan sebagainya.

Kecerdasan Naturalis
  • Suka mengamati, mengenali, berinteraksi, dan peduli dengan objek alam, tanaman atau hewan.
  • Antusias akan lingkungan alam dan lingkungan manusia.
  • Mampu mengenali pola di antara spesies.
  • Senang berkarir di bidang biologi, ekologi, kimia, atau botani.
  • Senang memelihara tanaman, hewan.
  • Suka menggunakan teleskop, komputer, binocular, mikroskop untuk mempelajari suatu organisme.
  • Senang mempelajari siklus kehidupan flora dan fauna.
  • Senang melakukan aktivitas outdoor, seperti: mendaki gunung, scuba diving (menyelam).

Profesi: dokter hewan, ahli botani, ahli biologi, pendaki gunung, pengurus organisasi lingkungan hidup, kolektor fauna / flora, penjaga museum zoologi / botani dan kebun binatang, dan sebagainya.

Kita semua berbeda karena kita semua memiliki kombinasi kepandaian yang berbeda. Bila kita mampu mengenalinya, saya kira kita akan mempunyai setidaknya sebuah kesempatan yang bagus untuk mengatasi berbagai masalah yang kita hadapi di dunia. - Howard Gardner

Selasa, 24 Januari 2012

Senin, 31 Oktober 2011

Hasil Seleksi Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Nasional 2011

Oktober 31, 2011
 
 
 
 
 
 
Rate This
Kepeloporan merupakan akumulasi dari semangat, sikap dan kesukarelawan yang dilandasi kesadaran diri atas tanggungjawab sosial untuk menciptakan sesuatu dan/atau mengubah gagasan menjadi suatu karya nyata yang dilaksanakan secara konsisten, gigih yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan diakui pemerintah.
Foto Bersama Pemuda Pelopor dan PSP-3 bersama pak Kusumo Priyono
Foto Bersama Pemuda Pelopor dan PSP-3 bersama pak Kusumo Priyono
Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberikan penghargaan kepada para pemuda-pemudi Bangsa Indonesia yang memiliki kepeloporan dan prestasi dimasyarakat dalam 5 bidang diantaranya bidang pendidikan, senibudaya dan pariwisata, kewirausahaan, teknologi tepatguna, dan kebaharian/kelautan. Sebelum mendapatkan penghargaan tersebut dilakukan seleksi dari tingkatan paling bawah yaitu tingkat kabupaten, provinsi, dan baru tingkat nasional. Untuk bisa dinilai dan diikutkan menjadi kandidat peserta harus mendaftar dulu dan mengisi formulir serta melengkapi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan.
Acara puncak dalam proses seleksi dan kegiatan peilihan pemuda pelopor tingkat nasional ini dilaksanakan pada bulan Oktober, khususnya pada hari Sumpah Pemuda. Untuk tahun 2011 ini dilakukan serangkaian acara dari tanggal 22-29 Oktober 2011 dengan rangkaian kegiatan ada Festival Pemuda dan Olahraga Indonesia (Indonesian Youth and Sport Festival) yang diselenggarakan di Gelora Bung Karno, Jakarta pada tanggal 22-23 Oktober 2011. Selanjutnya tanggal 25-29 Oktober berlanjut kegiatan seleksi pemuda pelopor dan PSP-3 Berprestasi Tingkat Nasional.
Berikut adalah hasil dari seleksi yang telah dilaksanakan :
Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan :
1.      THANTIEN HIDAYATI Provinsi Jawa Timur jenis Kegiatan “Mendirikan Komunitas AKSARA menggagas pendidikan suplemen terpadu (integrasi pendidikan karakter dan minat bakat untuk anak) di Kota Malang”
2.      HENGKI WAHYUDI, S.Pd. Provinsi Kalimantan Barat jenis Kegiatan “Media alat peraga interaktif etno-media”
3.      MUTIA SUKMA Provinsi D.I. Yogyakarta “Mendirikan kelompok belajar Rejowinangun”
4.      ANISAH, S.Pd. Provinsi Riau jenis Kegiatan “Membantu anak-anak di sekitar tempat tinggalnya dengan membimbing mereka belajar dirumahnya dan membentuk bimbingan belajar tanpa dipungut biaya”.
5.      AYU HANDAYANING WIDOWATI, S.Pd. Provinsi Jawa Tengah “Merintis pendidikan kejar paket PEPES (Perangkat Desa dan Pengurus PKK) gratis 3 tahun melalui lembaga kursus dan Pelatihan (LKP) Srikandi Mandiri”
6.      RAISA CAMALIA Provinsi Kalimantan Tengah Jenis Kegiatan “Mendirikan Pos Kesehatan Pesantren sehingga santri pesantren dan masyarakat sekitar mendapatkan kunjungan bulanan, pengobatan dan konsultasi kesehatan gratis dari puskesmas kecamatan”.
7.      YAYAN SOPYAN, Jawa Barat “Mendirikan Rumah Singgah Anak-anak Jalanan”
8.      UMMI KALSUM, ST. Sumatera Selatan “Membuka Bimbel MIPA  dan Bahasa Inggris
9.       NANING WAHYUNINGSIH, S.Pd. DKI Jakarta “Mengadakan non remedial dan mengikuti kegiatan kursus memotong rambut martha tiar serta mendirikan kelompok bermain “Kutilang”.
Pemuda Pelopor Bidang Kelautan
1.      DITA RIONALDI, Provinsi Jawa Timur jenis Kegiatan “Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dengan Edukasi, Rehabilitasi Olahan Buah-buahan Mangrove untuk dijadikan Makanan, Minuman dan Obat-obatan.”
2.      BAHRONI DKI Jakarta “Forum Peduli Pulau (FPP)”
3.      SAHABUDDIN, Nusa Tenggara Barat “Ciptakan habitat baru rehabilitasi terumbu karang”
Pemuda Pelopor Bidang Teknologi Tepat Guna
1.      WAHYU ARROZI, ST Provinsi D.I.Yogyakarta Jenis Kegiatan “Pendirian Madanitec yaitu sentuhan teknologi diperlukan dalam pengelolaan sampah agar tidak merusak lingkungan”
2.      HENDI PERMANA Jawa Tengah “Budidaya Strawberry System Polybag Terbalik dan Pemberdayaan Pemuda”
3.      LALU RATNANTA Nusa Tenggara Barat “Merintis pembuatan pupuk organic dan kompos menggunakan bahan kimia pada tahun 2005”
4.      MUHAMMAD ABDUL QODIR ZAILANI Kalimantan Timur “Menciptakan e-con yaitu suatu alat Control Charger dan Control Inverter pelengkap lempeng solar cell”
5.      I KETUT MERTA  SEDANA Bali “Flow Proses Pekerjaan Bataran Batu Hitam”
6.      DENTY DYAN ZULFIYAH Sulawesi Selatan “Pemanfaatan limbah industri kayu sebagai bahan bakar alternatif di desa Langkea Raya. Kecamatan Towuti Kab. Luwu Timur)”
7.      ACHMAD CHUZAIVAH ICHSAN DKI Jakarta “Aplikasi teknik anyam rotan ke media kertas”
Pemuda Pelopor Bidang Kewirausahaan
1.      I GEDE ANDIKA PRAYATNA SUKMA, SE Provinsi Bali Jenis Kegiatan “Industri uang kepeng Kamasan-Bali”
2.      ADIB ARIFIANTO Jawa Timur “Membuat Batik Djojo Koesumo”
3.      SUYONGKI SAPUTRA Sumatera Barat “Pemanfaatan lahan kritis bernilai ekonomis dengan budidaya serai wangi dan nilam”
4.      M. MALIKI Nusa Tenggara Barat “Merintis kegiatan wirausaha kerajinan tenun pada tahun 1996”
5.      SESILIA GOLAM Kalimantan Timur “Pembuatan kaos dengan desain khas Kalimantan”
6.      IMAM TARMIDI, S.Sos.i  Kalimantan Barat “Mendirikan KOPTAN KONTAK KHATULISTIWA UTAMA, merupakan lembaga ekonomi berasaskan kekeluargaan”.
7.      DEMI ARDI PAMUNGKAS D.I.Yogyakarta “Pengembangan Pembibitan Lele Sangkuriang”
8.      H. MUHAMMAD HAMZAH, S.Kom Jawa Tengah “Owner HAYE Batik Collection Pekalongan sejak 2007 -  sekarang”
9.      YUSRIL DKI Jakarta “Berwirausaha dan mengadakan Pelatihan Kewirausahaan Pemuda untuk jadi kelompok binaan dan calon kelompok binaan”
10.  NURAITA Lampung “Pendiri Kelompok “Mawar Craft” yang mengembangan Sumber Daya Manusia khususnya anak putus sekolah”
Pemuda Pelopor Bidang Seni Budaya dan Pariwisata
1.      DODY EKA Provinsi Kalimantan Tengah Jenis Kegiatan “Mengembangkan sanggar-sanggar Seni antara lain Sanggar Inkai, Sanggar Tingang Tabela”
2.      MARIYANTO Sumatera Barat “Mengangkat, melestarikan dan mengembangan Seni Budaya Daerah”
3.      I WAYAN EKA MUSTIKA, SS Bali “Revitalisai Seni Kerajinan Topeng”
4.      SUGENG HANDOKO, S.T. D.I.Yogyakarta “Pengelolaan gunung api purba Nglanggeran menjadi kawasan ekowisata berbasis masyarakat”
5.      BATARI AYU SARASWATI GPMS, S.Sn. Jawa Tengah “Mendirikan Sanggar Pasopati “
6.      ASRIE GITHA ANDAYU Jawa Barat “Mendirikan Sanggar Ayodya Pala Puri Anggrek Mas”
7.      YURIYANSYAH Kalimantan Barat “Pengembangan Seni Budaya Musik Religi dan Membentuk Komunitas Nasyid Kalimantan Barat”
8.      MUHAMMAD NIZAR DKI Jakarta “Mengajak warga khususnya pemuda di wilayah RW 011 untuk belajar komputer khususnya memanfaatkan internet didalam memasarkan produk yang di hasilkan oleh teman-teman dan belajar membatik.”
PEMUDA SARJANA PENGGERAK PEMBANGUNAN DI PERDESAAN (PSP-3) BERPRESTASI TINGKAT NASIONAL TAHUN 2O11
1.      MAYA VALENTINA, S.TP Sumatera Barat “Pemberdayaan masyarakat di sektor pendidikan melalui pendirian taman bacaan masyarakat (TBM) Baitul Ilmi”
2.      CATUR WICAKSONO, S.Pi Jawa Tengah “Budidaya pembesaraan lele dan nila”
3.      RUSTAM S. Sos. Kalimantan Selatan “Membuka usaha ternak ayam kaldu”
4.      MARDIANA, S.Si Aceh “Budidaya Jamur Merang, dan Sulaman Benang dengan Tangan”
5.      KRISTINA SUSI, S. Hut Kalimantan Barat “Keripik Pisang Gulung dan Budidaya Kebun Pisang”
6.      KARTRIANA KARLY MANTIR, S.Pd. Kalimantan tengah “Bidang Insfrastruktur : Jalan, drainase, rumah sehat, wc sehat dll”
7.      SIGIT DIYAH PUSPITO, ST Bandar lampung “Usaha budidaya jamur tiram”
8.      SERLY MATHILDA JAMLEAN, S.Sos. Maluku “Tenaga penggerak dan pendamping bagi masyarakat desa untuk memberdayakan kelompok usaha rumput laut dll”
9.      BAIDATHUN FAUZIAH, ST, MT Nusa Tenggara barat “Mendirikan KUPP Ternak “MORI SAMA”dan KUPP Tenun “Mangge Maci”, Desa Runggu Kecamatan Belo Kab. Bima”
10.  I GUSTI MADE DWI GUNA, S.Pd. Bali “Pendampingan kelompok Usaha Pemuda Produktif Langgeng”
11.  MUHAMAMD YASIN, S.Sos.I D.I.Yogyakarta “Mendirikan KUPP Bhakti Mulia bersama pemuda diwilayah tugas yang bergerak pada bidang mebel dan handycraft kayu sisa/limbah dan perbengkelan motor”
12.  SARI RIZKI SUGIANCY, S.Pd. Bandar lampung “Budidaya jamur tiram dan taman baca Cendekia”
13.  HENDIK EKA PRASETYA  Jawa Timur “Usaha Sapu Penebah, Penggemukan Kambing Etawa dan Sapi serta Pembuatan Pakan Ternak Fermentasi”
14.  MUHAMMAD JAFAR, SH Sulawesi Selatan “Pendidikan  (Pemberantasan buta aksara) dan pengembangan usaha gula serta limbah aren”
15.  ANA SUFIYANA, SP Banten “Peningkatan Kesejahteraan ekonomi masyarakat desa Baluk dan Grabadan melalui koperasi simpan pinjam”
16.  SAMSUL BASRA, S.HI. Maluku Utara “Buka lahan 1,5 hektar untuk menanam cabe rawit, sayur mayur dan jagung”
Dari seleksi dan kegiatan yang telah dilaksanakan juga lahir sebuah Forum Pemuda Pelopor dan PSP-3 Tahun 2011. Forum ini diharapkan sebagai sebuah organisasi untuk wadah bagi para pemuda pelopor dan PSP-3 untuk bisa tetep terjalin jaringan dan komunikasi. Berikut susunan kepengurusan yang telah terbentuk saat pemilihan di Hotel Savoy Bandung, 27 Oktober 2011.
Ketua Umum                                    : Sugeng Handoko, S.T. dari Provinsi D.I.Yogyakarta
Koord.Indonesia bag.barat  : MAYA VALENTINA, S.TP dari Sumatera Barat
Koord.Indonesia bag.Tengah: HENGKI WAHYUDI, S.Pd. dari Kalimantan Barat
Koord.Indonesia bag.Timur : I WAYAN EKA MUSTIKA, SS dari Bali dan SERLY MATHILDA JAMLEAN, S.Sos. dari Maluku
Semoga apa yag telah dikerjakan para pemuda pelopor dan PSP-3 dapat berlanjut dan memberikan manfaat serta kesejahteraan masyarakat. Amin….
Pemuda ……. MAJU……!!!!
Siapa Kita….. INDONESIA….!!!
Indonesia…… JAYA……!!!!
NKRI…… HARGA MATI….!!!
Sekali Pelopor…… TETAP PELOPOR……
Tetap Semangat dan terus Berkarya…!!! (Sugeng Handoko)-Hengki wahyudi Ketua korwil Kalimantan

Selasa, 04 Oktober 2011

MEMAHAMI PERKALIAN DENGAN MENGGUNAKAN CARA BARU PERKALIAN KOTAK SELISIH YANG MEMUDAHKAN



Oleh : Di rancang oleh Hengki Wahyudi, S.Pd (Guru SMP Al Azhar Pontianak)

Matematika adalah salah satu bentuk bahasa, di mana angka digunakan sebagai simbol atas fakta-fakta yang diuraikannya. Uraian fakta dengan simbol menunjukkan keberadaan logika. Logika berpikir bukanlah hapalan. Logika berpikir adalah pemahaman.
Jadi jika Anda mengajarkan anak untuk menghapal, berarti Anda tidak mengajarkan logika berpikir. Jika Anda tidak mengajarkan logika berpikir, berarti Anda tidak mengajarkan matematika. Jika Anda tidak mengajarkan logika, jangan salahkan jika anak mengalami kesulitan setiap ada pengetahuan baru yang diperkenalkan padanya.
Menghafal didalam matematika digunakan dalam mempercepat proses penyelesaian, dimana sebelumnya sudah didapatkan pemahaman yang mendalam tentang persoalan yang dihadapi. Misalkan perkalian bilangan delapan dengan bilangan enam atau 8 x 6,jika prosesnya dituliskan maka    8 x 6 = 6 + 6 + 6 + 6 + 6 + 6 + 6 + 6, untuk  kepentingan tertentu cara seperti ini dirasa kurang efektif. Sehingga diperlukan suatu cara untuk mengingat materi ,simbol dan bilangan dengan mudah dan menyenangkan.
Jika anak sudah berhasil mengingat simbol dan memahami bilangannya, Anda dapat lebih mudah mengajarkan konsep operasi matematika. Mulai dari penambahan, pengurangan, perkalian, sampai pembagian. Sebagai langkah awal, akan diperlihatkan tehnik menghafal perkalian dengan cara yang baru yaitu tehnik yang dinamakan perkalian kotak  selisih. Adapun tahapanya sebagai berikut:
1.      Buatlah table dengan 6 kolom dan 3 baris, dan letakan angka 25,30, 35,40,45 dan 50 pada baris kedua kolom  pertama, kedua dan seterusnya  dengan selisih diantara tiap bilangan adalah 5 seperti di tampilkan pada table. Kemudian  letakan angka 80,70,60 pada baris ketiga kolom pertama, kedua, dan seterusnya dengan selisih antar bilangan adalah 10 seperti terlihat pada table di bawah ini:
Dasar
Selisih 1
Selisih 2
Selisih 3 dan 1
Selisih 4 dan 2
Bertambah 5
 
25
Bertambah 5
 
30
35
Bertambah 5
 

Bertambah 5
 
40
45
Bertambah 5
 

50
80
Dikurang 10
 

Dikurang 10
 
70
60


2.      Tabel diatas digunakan untuk mengingat bilangan pertama dari tiap kelompok baris selisih. Selisih satu berarti hasil perkalian bilangan di bawah angka pertama(sub baris 1) adalah bilangan yang di tambah 1 dari bilangan sebelumnya seperti 35 adalah bilangan awal maka bilangan kedua setelahnya adalah 36 dan begitu juga pada baris yang lain. Sedangkan keterangan selisih 3 dan 1 adalah pernyataan yang menunjukan baris kedua dari bilangan itu( sub baris ke -2) bertambah 3 dan pernyatan ke tiganya (sub baris ke 30  adalah bertambah 1 begitu pula dengan penyataan selisih 4 dan 2. Seperti tabel di bawah ini:
Dasar
Selisih 1
Selisih 2
Selisih 3 dan 1
Selisih 4 dan 2
25
30
Bertambah 1
 
35
36
Bertambah 2
 
40
42
Bertambah 3
 
45
Bertambah 1
 
48
49
Bertambah 4
 
50
Bertambah 2
 
54
56
Bertambah 1
 
80
81
Bertambah 2
 
70
72
Bertambah 1
 
Bertambah 3
 
60
63
64


3.      Setelah melengkapi bilangan sesuai dengan kriteria diatas, lalu lengkapi dengan pengali yang menghasilkan jumlah yang sedemikian rupa. Caranya adalah kita cukup mengingat perkalian pada angka pertama setiap sub barisnya. Hal tersebut di tunjukan pada tabel berikut:
Dasar
Selisih 1
Selisih 2
Selisih 3 dan 1
Selisih 4 dan 2
5 x 5= 25
6 x 5= 30
7 x 5= 35
36
 Sub baris ke 2
 
8 x 5= 40
42
 Sub baris ke 2
 
9 x 5= 45
 Sub baris ke 3
 
48
49
10 x 5= 50
54
56
8 x 10= 80
81
7 x 10= 70
72
6 x 10= 60
63
64


4.      Setelah tabel menjadi seperti di atas, maka langkah selanjutnya tinggal melengkapi perkalian bilangan yang menghasilkan bilangan seperti diatas. Untuk menuliskan perkalian yang menghasilkan angka diatas maka kita cukup menjadikan bilangan pengali awal sebagai patokan, tambahkan bilangan yang kecil pada pengali atau yang dikalikan dengan 1 dan kurangkan dengan 1 pada bilangan yang melebihi bilangan yang baru saja di kurangi, sebagai contoh 7 x 5 = 35, maka 7 adalah bilangan yang paling besar dari pengali yang lain yaitu 5, sehingga pengali pada angka( sub baris ke berikutnya)  berikutnya adalah  7-1=6 dan 5+1= 6, sehingga 6 x 6 adalah 36. Kelengkapan perhitungan dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 1
Melengkapi perkalian pada angka sub baris ke 2 dari tiap kolom
Dasar
Selisih 1
Selisih 2
Selisih 3 dan 1
Selisih 4 dan 2
5 x 5= 25
6 x 5= 30
7 x 5= 35
(7-1)x (5+1)=36
8 x 5= 40
(8-1) X (5+1)=42
9 x 5= 45
 Sub baris ke 3
 
(9-1) X (5+1)=48
49
10 x 5= 50
(10-1) X (5+1)=54
56
8 x 10= 80
(8+1) x (10-1) =81
7 x 10= 70
(7+1) x (10-1) =72
6 x 10= 60
 Sub baris ke 3
 
(6+1) x (10-1) =63
64



Tabel 2
Melengkapi perkalian pada angka sub baris ke 3 dari tiap kolom
Dasar
Selisih 1
Selisih 2
Selisih 3 dan 1
Selisih 4 dan 2
5 x 5= 25
6 x 5= 30
7 x 5= 35
6 x 6= 36
8 x 5=  40
7 X 6= 42
9 x 5=  45
8 X 6= 48
(8-1) x(6+1)= 49
10 x 5= 50
9 X 6= 54
(9-1) x(6+1)= 56
8 x 10= 80
9 x 9 = 81
7 x 10= 70
8 x 9= 72
6 x 10= 60
6 x 9= 63
(6+1) x(9-1)= 64


Hasil akhir dari tabel adalah hasil perkalian 5-9 dan seterusnya dengan catatan perkalian dasar 1-5 sudah dikuasai oleh siswa. Berikut ditunjukan hasil akhir dari metode perkalian kotak selisih adalah sebagai berikut:
Dasar
Selisih 1
Selisih 2
Selisih 3 dan 1
Selisih 4 dan 2
5 x 5= 25
6 x 5= 30
7 x 5= 35
6 x 6= 36
8 x 5=  40
7 X 6= 42
9 x 5=  45
8 X 6= 48
7x7= 49
10 x 5= 50
9 X 6= 54
8 x 7= 56
8 x 10= 80
9 x 9 = 81
7 x 10= 70
8 x 9= 72
6 x 10= 60
6 x 9= 63
7 x 8= 64


 
Powered by Blogger